Andai aku memiliki kesempatan untuk bertatap muka dengan seseorang penulis yang luar biasa seperti Mitch Albom, mungkin aku tak akan mampu banyak berkata-kata selain hanya kata “Terima Kasih”.
Betapa tidak,….meski sudah selesai membacanya 3 tahun yang lalu, namun tetap saja buku ini jadi favoritku dan sering aku baca ulang karena ceritanya begitu nyata.
Secara garis besarnya, buku...
more Andai aku memiliki kesempatan untuk bertatap muka dengan seseorang penulis yang luar biasa seperti Mitch Albom, mungkin aku tak akan mampu banyak berkata-kata selain hanya kata “Terima Kasih”.
Betapa tidak,….meski sudah selesai membacanya 3 tahun yang lalu, namun tetap saja buku ini jadi favoritku dan sering aku baca ulang karena ceritanya begitu nyata.
Secara garis besarnya, buku ini bercerita tentang pelajaran tentang makna hidup yang didapat Mitch Albom dari sang profesor yang sedang menjalani vonis hukuman mati akibat penyakit Lou Gehrig, sebuah penyakit ganas yang menyerang sistem syaraf tanpa kenal ampun. Seperti memberikan kuliah-kuliah privat terakhirnya, yang secara khusus dilakukan di hari Selasa, Sang profesor, Morrie Schwartz, bercerita makna-makna dibalik arti hidup yaitu tentang cinta, bekerja, masyarakat, kesedihan, semangat memaafkan, dan akhirnya kematian.
Membaca kisah bagaimana kekuatan dan kebesaran hati Morrie saat menjelang hari-hari terakhirnya sering membuat aku mencucurkan air mata, bukan hanya trenyuh tapi juga karena kata-katanya yang mampu membuka hati. Sebagai contoh di “kuliah” privatenya di hari Selasa Pertama, Morrie berkata,” Yang paling penting dalam hidup adalah belajar cara memberikan cinta, dan membiarkan cinta itu datang.” Sangat berbeda dengan pandangan orang awam kebanyakan yaitu yang selalu memohon cinta itu datang dan selalu berharap dicintai oleh orang tanpa mau sedikitpun mau memikirkan untuk memberikan cintanya.
Di kuliahnya yang lain, Morrie yang makin payah dengan kondisi kesehatannya bercerita tentang bagaimana dia tetap merasa bersyukur diberi kesempatan untuk dapat mempersiapkan kematiannya dengan baik. Hal yang jauh lebih baik daripada harus mengasihani diri sendiri seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Morrie mengajarkan sesuatu, “Dengan belajar bagaimana kita akan mati sesungguhnya sama dengan kita belajar bagaimana kita hidup."
It's nice *speechless*
hide